UIN Madura Hadiri Launching dan Sosialisasi Program Riset Kolaborasi JATIM MELAJU 2026 di ITS
- Diposting Oleh Admin Web LPPM
- Jumat, 27 Februari 2026
- Dilihat 51 Kali
Surabaya – Universitas Islam Negeri (UIN) Madura menghadiri kegiatan Sosialisasi Panduan Riset Kolaborasi antar PTN se-Jawa Timur JATIM MELAJU Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Jumat (27/2/2026), di Ruang Sidang Utama SA Lantai 1 Gedung Rektorat ITS, Sukolilo, Surabaya.
Kegiatan ini dihadiri oleh para Kepala LPPM/DRPM, wakil pimpinan, serta admin pengelola penelitian dari berbagai PTN dan PTKIN se-Jawa Timur. Selain sosialisasi panduan riset kolaborasi, agenda juga dirangkaikan dengan Rapat Koordinasi LPPM PTN se-Jawa Timur.
Acara ini turut menghadirkan Ketua Paguyuban Rektor PTN Jawa Timur, Prof. Dr. Nurhasan, M.Kes. yang juga menjabat sebagai Rektor Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya menemukan muatan-muatan unggulan dan kekhasan dari masing-masing perguruan tinggi sebagai kekuatan kolaborasi.
“Setiap perguruan tinggi memiliki karakter dan keunggulan masing-masing. Itu yang harus dipetakan dan disinergikan dalam riset kolaboratif,” ujarnya.
Prof. Nurhasan juga mengingatkan bahwa perguruan tinggi tidak boleh lamban dalam merespons perkembangan zaman. “Era saat ini tidak boleh lelet-lelet. Kalau lelet, langsung ditinggal dan tertinggal,” tegasnya. Ia mencontohkan bagaimana di Korea terdapat kajian khusus tentang disabilitas yang dikembangkan secara serius dan terstruktur sebagai bagian dari keunggulan riset nasional.
Sementara itu, Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Jawa Timur, Dr. Andriyanto, S.H, M.Kes., menyoroti sejumlah persoalan strategis daerah yang membutuhkan dukungan riset yang konkret dan solutif. Menurutnya, persoalan kemiskinan masih menjadi isu klasik di Jawa Timur. Selain itu, ketahanan pangan dan politik pangan menjadi tantangan kedua yang harus direspons melalui inovasi berbasis riset. Ia juga menekankan pentingnya peningkatan pelayanan dasar di bidang pendidikan dan kesehatan, serta pengembangan energi baru terbarukan.
“Riset harus solutif. Riset harus memecahkan persoalan. Riset harus ada manfaatnya. Rekomendasinya harus implementatif dan bermanfaat. Riset harus inovatif,” tegas Dr. Andriyanto.
Ia menambahkan bahwa program JATIM MELAJU diharapkan menjadi semacam “klinik pemecahan masalah” bagi Jawa Timur. Hasil riset tidak berhenti pada publikasi, tetapi mampu menjawab kebutuhan nyata daerah. Bahkan, Bank Jatim disebut memiliki perhatian terhadap penelitian yang berkaitan dengan peningkatan daya saing daerah.
Program JATIM MELAJU 2026 sendiri merupakan inisiatif riset kolaboratif yang melibatkan 5 PTNBH, yaitu Universitas Negeri Surabaya, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Airlangga, Universitas Brawijaya, dan Universitas Negeri Malang (Cluster A) dan 10 PTN/PTKIN (Cluster B) di Jawa Timur, satu di antaranya UIN Madura. Skema ini dirancang untuk membangun ekosistem riset yang inklusif dan berdaya saing global, sekaligus mendorong percepatan pembangunan daerah berbasis Sustainable Development Goals (SDGs) di Jawa Timur. Dengan arsitektur kolaborasi yang mewajibkan keterlibatan Host dari PTNBH dan mitra dari PTN/PTKIN, program ini menargetkan luaran minimal satu artikel jurnal internasional terindeks Scopus serta penguatan hilirisasi riset bersama DUDI dan pemerintah daerah.
Partisipasi UIN Madura dalam kegiatan ini menegaskan komitmen institusi dalam memperkuat jejaring riset kolaboratif tingkat regional dan nasional. Melalui JATIM MELAJU 2026, diharapkan para dosen dan peneliti UIN Madura dapat berkontribusi aktif dalam menghasilkan riset yang inovatif, implementatif, dan berdampak nyata bagi pembangunan Jawa Timur. (Agik Nur Efendi)